pawitra.andayani10's blog

mencari dan memberi yang terbaik

INSPIRASI: BUTET MANURUNG

NAMA            : PAWITRA LINTANG ANDAYANI

NRP                : B04100158

LASKAR        : 11

INSPIRASI: BUTET MANURUNG

Saya pernah membaca seorang wanita Indonesia yang sangat hebat. Ia mendedikasikan seluruh hidupnya untuk mengajar anak-anak pedalaman di Indonesia. Ketika saya mendapat tugas cerita inspirasi ini saya berpikir bahwa cerita tentang beliau akan sangat menginspirasi banyak orang, apalagi dengan adanya program Indonesia Mengajar. Memang cerita tentang sosok ini tidak begitu banyak mempunyai persamaan dengan apa yang saya akan pelajari di kuliah nanti, tapi semangat dan sikap rela berkorban serta pantang menyerahnya sangat perlu kita tiru. Saya sendiri kurang yakin mampu terjun dalam bidang mengejar, karena saya susah sekali berinteraksi dengan orang lain, khususnya orang yang baru saya kenal. Tapi mungkin saja lama-kelamaan setelah merenungi kisah ini saya mampu bertindak nyata.

Butet Manurung, sosok luar biasa yang saya maksud. Saur Marnila Manurung adalah nama lengkap sosok yang tak seperti wanita lain kebanyakan. Ketika orang lain memilih bekerja ata menetap di kota besar dengan segala kemodernannya, beliau justru memilih mengabikan diri di hutan. Di dalam hutanlah Butet Manurung menghabiskan waktunya mengajar Suku Anak Dalam, atau yang sering kita dengar dengan nama Orang Rimba. Mereka adalah masyarakat primitif di pedalaman Jambi.

Lahir dari keluarga yang bukan pecinta alam serta protektif, justru mengantarkan beliau kepada dunia alam, diperkuat dengan ikutnya beliau pada kegiatan pencinta alam semasa SMA dan kuliah. Setelah lulus dari Antropolodi UNPAD, beliau bergabung pada sebuah LSM yang menangani suku Rimba di Jambi. Meskipun telah diberitahu bahwa suku Rimba cenderung bersifat defensive dan suka mengisolasi dari para pendatang, beliau sama sekali tak gentar. Dengan pendekatan selama 7 bulan, beliau berhasil berteman dengan suku Rimba dan memulai mengajari mereka. Selain itu beliau juga mengajari suku Rimba agar bisa membaca, menghitung, dan menulis agar tak mudah dibohongi orang ‘luar’ yang mau mengambil tanah mereka. Sungguh mulia ya hati beliau!

INSPIRASI: SAYA

NAMA  : PAWITRA LINTANG ANDAYANI

NRP     : B04100158

LASKAR            : 11

INSPIRASI: SAYA

Saya lahir di sebuah keluarga yang sangat menyukai hewan. Sepanjang hidup saya, saya telah memelihara banyak sekali hewan. Dari kelinci, hamster, anjing, kura-kura, dan ikan. Karena hal ini pun saya tumbuh menjadi anak yang sangat menyukai hewan. Dan sering sekali saya mempertanyakan sikap orang yang tidak menghargai hewan  maupun mereka yang menyakiti hewan. Mungkin gaya hidup ini juga yang mengantarkan saya memilih dokter hewan menjadi profesi saya kelak.

Tak jarang saya memilih tema penyelamatan satwa langka sebagai topik pidato ketika masih SMA. Saya merasa perlu untuk menyampaikan kondisi satwa langka yang Indonesia. Sungguh saya kaget ketika mengetahui banyak sekali satwa Indonesia yang terancam punah. Penyebab kepunahan mereka tentu saja karena ulah manusia. Baik karena manusia memburu mereka tanpa ampun, atau pun karena manusia mengambil alih habitat mereka.

Saya ingin mengambil tindakan nyata dalam menyelamatkan satwa Indonesia. Kemudian datanglah kesempatan itu. Ketika mengikuti acara sekolah saya yang bertema lingkungan, saya mendapat brosur mengenai pengadopsian badak jawa yang diurus oleh WWF di Taman Nasional Ujung Kulon. Saya langsung berminat untuk berpartisipasi, sayangnya pada masa itu saya tidak punya ATM dan entah mengapa tak terlintas di benak saya untuk meminjam akun ATM kakak saya untuk melakukannya.

Namun tak lama setelah saya mempunyai ATM, saya mengurus administrasi pengadopsian itu dan voila! Saya mengadopsi seekor badak jawa betina bernama Menul! Memang tak banyak yang bias saya donasikan, namun saya senang telah sedikit membantu pemeliharaan satwa liar (khususnya yang terancam punah), dan tentu saja tak banyak orang yang mau mendonasikan uang mereka, atau peduli pada hal-hal yang mungkin remeh bagi mereka.

Oleh karena itu, dalam karangan ini saya berharap dapat menginspirasi pembaca semua untuk lebih peduli pada satwa Indonesia. Lebih baik lagi kalo mampu melakukan tindakan nyata seperti memberi donasi, atau bahkan terjun langsung dalam penyelamatan mereka. Namun jika memang tak mampu, saya harap kalian dapat membantu dengan cara menyebarkan program-program penyelamatan seperti yang saya sebutkan, kepada setiap orang yang kalian kenal. Maka akan bertambah banyak orang yang peduli atau setidaknya aware atas masalah satwa Indonesia.